Bupati PPU Tidak Segan-Segan Mencopot Kades yang Melanggar Aturan

PENAJAM – Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Abdul Gafur Mas’ud (AGM) Melantik Kepala Desa (Kades) Sukaraja dan Kades Binuang periode 2020-2026 Kecamatan Sepaku, Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Kades tersebut berlangsung di Aula Lantai I Sekretariat Pemkab PPU, Kamis (6/2)

Dalam sambutannya AGM menegaskan bahwa Kades wajib melaksanakan ketentuan dan perundang-undangan yang ada khususnya tentang Desa serta perlu diketahui ada tiga hal penting bagi Kades di Kabupaten PPU yang wajib dihindari yaitu bersangkutan terlibat narkoba, tindakan Makar dan perbuatan korupsi.

 

“Jika ketentuan itu tidak dapat dilaksanakan dengan baik maka saya tidak segan-segan mencopot jabatan Kades yang ada, karena Jabatan ini dipertanggung jawabkan dunia dan akhirat. Oleh karenanya saudara kepala desa harus bisa menjalankan amanah ini sesuai ketentuan dan perundang-undangan yang ada, “ ujarnya.

 

Dalam kesempatan ini AGM juga mengucapkan terima kasih serta mengapresiasi setinggi tingginya Ke Kades yang sudah habis masa kerjanya atas pengabdiannya kepada Pemerintah dan Masyarakat PPU.

“Saya berharap saudara-saudara dapat terus berkarya dan memberikan pemikiran bagi Desa dan Daerah, karena pemikiran dan sumbangsih suadara-saudara masih dibutuhkan untuk kesejahteraan Desa dan Daerah,”ucapnya.

 

AGM pun berharap kepada Kades yang terpilih dan baru saja dilantik untuk dapat segera bekerja di desanya, selain melaksakan tugas-tugas penyelenggaraan Pemerintah Desa agar berjalan dengan baik dan lancar. Dia juga meminta Kades dapat menjalin kerja sama, komunikasi dan koordinasi dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Camat serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (DPMPD) Kabupaten PPU.

 

Lebih jauh kata AGM, sebagaimana diketahui bersama salah satu esensi dari Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa adalah kemandirian desa. Sebab lahirnya UU Desa, dalam pembangunan desa terjadi pergeseran paradigma yaitu dari membangun desa menjadi desa membangun.

Oleh karenanya ada tiga hal penting dalam UU Desa terkait penguatan kemandirian desa. Pertama adalah emansipasi, melalui emansipasi desa tidak hanya jadi objek pembangunan. Kedua, negara melakukan redistribusi dana desa untuk perbaikan kualitas hidup masyarakat desa dan ketiga, demokratisasi, yaitu partisipasi agar rakyat berdaulat.

Berdasarkan ketiga hal tersebut, AGM berharap kepada seluruh Kades, BPD, lembaga-lembaga desa serta masyarakat desa untuk dapat bersatu padu dan bergandengan tangan dalam kebersamaan untuk memajukan dan mensejahterakan desa masing-masing yang ada di Kabupaten PPU.

“ Sekali lagi saya mengucapkan selamat kepada saudara-saudara yang baru dilantik. Selamat menjalankan tugas. Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberikan bimbingan dan petunjuknya kepada kita dalam memberikan darma bakti untuk kemajuan daerah tercinta ini, “pungkas AGM. (humas/mad/red)

Post Author: pena kaltim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *