Perpustakaan SD dan SMP di PPU Belum Merata

PENAJAM – Assisten Administrasi Umum Sekertariat Kabupaten (Setiabudi) Penajam Paser Utara (PPU) Alimuddin, mewakali Bupati PPU menghadiri dan sekaligus membuka Acara Sosialisasi Standar Nasional Perpustakaan Bagi SD/MI dan SMP/MTs Tahun 2019 di Kabupaten PPU.

Acara ini diselenggarakan oleh dinas Perpustakaan dan Arsip PPU bekerjasama dengan dinas perpustakaan dan arsip Provinsi kalimantan timur sebagai nara sumber.

 

kegiatan ini diikuti oleh pengawas SD/SMP, Kepala Sekolah SD/SMP dan pengelolah perpustakaan dimasing-masing sekolah dengan tujuan untuk mewujudkan perpustakaan yang standar dan terakredetasi baik dari segi pelayanan, pengelolaan, koleksi bahan bacaan dan akhirnya dapat mingkatkan minat baca.

 

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip kab PPU M Ridwan Efendi mengatakan dari 107 jumlah SD/MI di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) baru 35 buah sekolah yang telah memiliki perpustakaan sedangkan 41 jumlah SMP/MTS baru 22 yang telah memiliki perpustakaan.

 

“Kami terus berupaya dan meningkatkan kerjasama dengan dinas terkait untuk dapat meningkatkan jumlah perpustakaan bukan hanya dari segi jumlah namun kwalitas terus kami upayakan untuk terus meningkat,” ujarnya.

 

Pada kesempatan tersebut, Alimuddin membacakan sambutan Bupati PPU mengatakan bahwa perpustakaan banyak makna/definisi yang dapat diartikan namun umumnya perpustakaan merupakan tempat kumpulan koleksi buku-buku bacaan yang bermanfaat bagi yang membacanya. Di era saat ini dengan derasnya arus informasi dan semakin lajunya kemajuan teknologi, maka koleksi perpustakaan tidak lagi terbatas kepada buku saja, melainkan mencakup rekaman dan cetakan lain yang bukan buku, seperti majalah, surat kabar, pamflet, atlas, peta, piringan hitam, kaset, film strip serta bentuk mikro, seperti mikrofis dan mikro film dan sebagainya.

 

Ia juga mengatakan pada zaman global sekarang, pendidikan merupakan sesuatu yang penting. Karena pendidikan merupakan akar dari peradaban sebuah bangsa. Pendidikan sekarang telah menjadi kebutuhan pokok yang harus dimiliki setiap orang agar bisa menjawab tantangan kehidupan.Untuk memperoleh pendidikan, banyak cara yang dapat kita capai. Diantaranya melalui perpustakaan. Karena di perpustakaan berbagai sumber informasi bisa kita peroleh, selain itu banyak juga manfaat lain yang dapat kita peroleh melalui perpustakaan.

“Sejalan dengan program Bupati yaitu Maju Moderen dan Religius, Saat ini kita terus berupaya untuk terus meningkatkan SDM kita bukan hanya dari sisi kwalitas pendidikan, sarana dan prasaranya juga terus ditingkatkan terutama untuk pembangunan perpustakaan namu saat ini jangan hanya perpustakaan yang hanya berbasis koleksi buku namun terus ditingkatkan pada digitalisasi perpustakaan,” kata Alimuddin.

Alimuddin mengingatkan tidak bisa dipungkiri, kondisi minat baca di kalangan pelajar sekarang ini belum begitu menggembirakan. Kecanduan teknologi membuat mereka lebih nyaman berinteraksi dengan gawainya (HP) dibanding kegiatan membaca.

Selain itu, Ia juga menambahkan interaksi dalam dunia maya seakan menjadi nyata, sebaliknya, interaksi dalam dunia nyata hanya angan belaka. Oleh karena itu, untuk mengimbangi hal tersebut dibutuhkan perpustakaan yang berakreditasi dan memiliki daya tarik tersendiri, khususnya bagi para pelajar.

“Pihak sekolah juga harus pandai-pandai melakukan inovasi-inovasi baru dalam menciptakan suasana perpustakaan yang menyenangkan, salah satunya terkait perlengkapan sarana dan prasarana yang menunjang layanan perpustakaan sekolah dengan menggunakan teknologi informasi,” pungkasnya. (Humas/mad/red)

Post Author: pena kaltim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *