Pengurus PMI Kecamatan Beserta FORPIS PPU Dikukuhkan

PENAJAM – Sebanyak 60 orang Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Tingkat Kecamatan se-Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) masa bakti 2019 – 2024 dan 43 orang Pengurus Forum Remaja Palang Merah Indonesia  (FORPIS) Kabupeten PPU, Rabu (13/11/2019) resmi dikukuhkan melalui prosesi pelantikan dipimpin Wakil Ketua PMI Kabupaten juga Asisten II Setkab PPU, Ahmad Usman.

Usai pelantikan dalam sambutannya Bupati PPU, Abdul Gafur Mas’ud yang dibacakanAsisten II Setkab PPU, Ahmad Usman mengatakan, pelantikan ini merupakan momentum pengukuhan komitmen dan tekad Pengurus PMI untuk mendayagunakan segenap potensi yang dimiliki untuk didedikasikan dalam rangka mewujudkan visi, misi serta kebijakan, program dan kegiatan organisasi, terutama dalam menjalakan tugas-tugas kemanusiaan dan pelayanan kepada masyarakat.

Dikatakannya, atas nama pribadi dan Pemkab PPU dirinya mengucapkan selamat kepada Pengurus PMI Kecamatan se-Kab. PPU yang baru dilantik dengan iringan doa dan harapan semoga dapat menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya.

“Harapan ini saya sampaikan karena banyak pekerjaan rumah yang harus segera diurai, ditindaklanjuti dan dilakukan oleh keluarga besar PMI Kecamatan se-PPU,”ujarnya.

Ia juga mengatakan Ketua dan jajaran Pengurus PMI Kecamatan se PPU yang baru dilantik dapat bergerak cepat untuk merancang berbagai program kerja untuk memastikan berjalan optimalnya peran-peran PMI Kecamatan di tengah masyarakat.

Sedangkan kepada Pengurus lama diucapkan penghargaan atas loyalitas, dedikasi, dan kinerja serta berbagai keberhasilan yang telah diraih dalam melaksanakan amanah organisasi untuk menjalankan kebijakan, program dan kegiatan yang telah dicanangkan, khususnya kegiatan-kegiatan kemanusiaan dan pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, salah satu peran tersebut adalah bagaimana PMI Kecamatan dapat memaksimalkan perannya untuk mampu menjalankan misi-misi kemanusian dan memerankan diri sebagai lembaga kemanusiaan yang selalu aktif dan peduli terhadap berbagai upaya penanganan masalah kemanusiaan.

Ia menegaskan, PMI sangat diharapkan memiliki kesigapan untuk terjun membantu masyarakat di daerah yang terkena bencana alam maupun di daerah-daerah yang sedang mengalami konflik. TugasTugas dan tanggung jawab moral PMI diperkirakan akan semakin berat, karena saat ini kita dihadapkan pada kenyataan bahwa hampir seluruh wilayah Indonesia merupakan daerah yang memiliki potensi bencana alam dalam skala lokal pun

“Kita memahami bahwa di PPU juga rawan terjadi bencana, seperti angin puting beliung, banjir, longsor atau kebakaran dan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana. Saya berharap Ketua bersama seluruh jajaran pengurus PMI dapat membangun sistem penanggulangan bencana yang melibatkan berbagai pihak terkait atau elemen masyarakat lain yang memiliki perhatian terhadap penanggulangan bencana,” pungkasnya.(humas/mad/red)

Post Author: pena kaltim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *